"Dengan membaca kamu mengenal dunia. Dengan Menulis kamu dikenal Dunia."

murevi18.blogspot.com

Selasa, 27 Januari 2026

Buah Dzikir

 

Apapun dzikir yang kamu praktikkan, ia akan memberimu manfaat yang tersimpan di dalamnya. Apabila dzikir disertai dengan persiapan batin, ia akan mengantarkan hamba kepada futuh (terbukanya hati akan hal-hal ghaib), tetapi sesuai dengan kapasitas hamba yang berdzikir tersebut.

Imam al-Ghazali mengatakan,

“Pada hakikatnya, dzikir adalah suatu kondisi spiritual di mana Subjek yang diingat dan disebut menguasai hati, sedangkan orang yang berdzikir terhapus, tidak mengada dan lenyap.”

Imam al-Ghazali melanjutkan, “Namun, hakikat dzikir demikian dilapisi oleh tiga lapis penutup. Sebagian lapisnya lebih dekat ke inti daripada sebagian yang lain dan inti itu berada di dalam tiga lapis tersebut.”

Menurut beliau, tiap-tiap lapis penutup itu justru menjadi anugerah karena keberadaannya sebagai jalan menuju inti.

Lapisan terluar adalah dzikir lisan saja, di mana orang yang berdzikir tak henti-hentinya menyebut dengan lisannya. Dia berjuang menghadirkan hati Bersama dzikirnya, karena hati perlu dikondisikan agar seirama hingga betul-betul dalam kondisi hadir bersama dzikir. Jika hati dibiarkan lepas dengan tabiatnya sendiri, ia pasti akan bebas mengembara dalam pelbagai macam pikiran. Hati harus dihadirkan agar mengikuti lisan dalam berdzikir sehingga cahaya hati akan membakar habis syahwat dan setan dalam diri.

Hati kemudian mendominasi dalam dzikir sehingga lidah akan menjadi lebih lemah. Bila sudah sampai di keadaan ini, tubuh dan jiwa akan dipenuhi dengan Cahaya, hati akan tersucikan dari selain Allah. Pada momen subtil ini, bisikan dan godaan akan terhenti dan tidak ada tempat tinggal bagi iblis. Hati menjadi wadah yang menampung anugerah luar biasa yang datang dari Allah (waridat) dan cermin mengkilap yang mampu memancarkan penampakan atau manifestasi (tajalliyat) dan pengetahuan ilahiah (ma’arif ilahiyah).

Ketika dzikir sudah mengalir ke dalam hati dan menyebar ke seluruh tubuh, setiap anggota tubuh akan berdzikir kepada Allah sesuai dengan keadaan spiritual masing-masing.

Al-Jariri bercerita, “Di antara sahabat kami ada seorang laki-laki yang sering berkata, ‘Allah, Allah.’ Pada suatu hari, sebatang pohon jatuh menimpa kepalanya hingga menyebabkan tengkoraknya retak. Darahnya tumpah ke tanah dan menuliskan kalimat, ‘Allah, Allah.’”


Dikutip dalam kitab: Miftah al Falah wa Misbah al-Arwah ~ Ibnu Athaillah as-Sakandari

Share:

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Pengikut

Definition List

Unordered List

Support