"Dengan membaca kamu mengenal dunia. Dengan Menulis kamu dikenal Dunia."

murevi18.blogspot.com

Selasa, 20 Januari 2026

Keutamaan Bulan Sya’ban yang penuh Berkah

 

Sahabat Literasi – sekarang kita sudah memasuki awal bulan Sya’ban. Tidak asing bagi kita dengan bulan yang di dalamnya ada keberkahan, namun sayang tidak semua umat muslim memedulikannya. Baik kita bahas terlebih dahulu apa itu Sya’ban?

Saya mengutip dalam kitab Mukasyafatul QulubImam al-Ghazali sebagai referensi saya dalam menjelaskan keutamaan bulan Sya’ban yang berkah ini. Disebut Sya’ban karena ada beberapa kebaikan yang sangat banyak. Sya’ban diambil dari kata ‘Asy-Syi’bi’, yaitu jalan di gunung. Jadi arti mudahnya Adalah jalan kebaikan.

Karena ini Adalah bulan kebaikan sampai-sampai Rasulullah Saw. mengingatkan kita untuk membersihkan diri.

“Apabila datang bulan Sya’ban, maka bersihkan dirimu dan perbaikilah niatmu.”

Selain membersihkan diri dari berbagai maksiat dan menyucikan niat yaitu ibadah semata-mata mengharapkan riha Allah. Rasulullah Saw. sangat memperhatikan bulan berkah ini dengan memperbanyak puasa. Hal ini berdasarkan kesaksian dari istri beliau yaitu Aisyah r.a. “Rasulullah Saw. telah berpuasa, sehingga kami mengatakan beliau tidak akan berbuka puasa (tidak puasa). Beliau selalu berbuka, sehingga kami mengatakan beliau tidak berpuasa. Dan kebanyakan puasa beliau adalah dalam bulan Sya’ban.”

Dalam Riwayat yang lain alasan Rasulullah Saw. memperbanyak puasa disampaikan oleh Usamah r.a berkata, “Ya Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa pada sebuah bulan dari bulan-bulan ini, seperti puasamu dalam bulan Sya’ban.” Beliau menjawab, “itu adalah sebuah bulan yang biasanya manusia lengah, antara Rajab dan Ramadhan. Dia adalah sebuah bulan dimana amal-amal ini diangkat kepada Tuhan seru sekalian alam. Maka aku suka kalau amalku diangkat (dilaporkan), sedang aku dalam keadaan puasa.

Dalam sahihain dari Aisyah r.a., “Aku tidak pernah melihat Rasulullah Saw. menyempurnakan puasa sebulan sama sekali, kecuali bulan Ramadhan, dan aku pun pernah melihat – beliau dalam sebulan yang lebih banyak berpuasa daripada bulan Sya’ban.”

Nah, dalil-dalil diatas menunjukkan keseriusan kekasih Allah yang mulia dalam menjalani aktivitas dibulan Sya’ban yang penuh dengan keberkahan ini. Lantas bagaimana dengan kita? Sudahkan kita berpuasa dibulan Sya’ban ini? Atau adakah diantara kita yang membaca sudah memasang niat puasa namun belum kesampaian untuk menjalani puasanya? Lalu, bagaimana dengan puasa kita tahun lalu, sudahkan kita qadha?

Bukankah ini kesempatannya! Untuk memperbanyak puasa di bulan Sya’ban.

Baik, jika hadis dan penjelasan diatas belum menambah motivasimu untuk mengamalkan ibadah puasa sunnah mari kita Simak penjelasan selanjutnya.

Dikatakan, bahwa sesungguhnya malaikat-malaikat di langit memiliki dua bulan hari raya. Sebagaimana umat muslim di bumi memilki dua malam hari raya. Lalu hari raya malaikat Adalah malam Bara’ah yaitu malam Nishfu Sya’ban dan malam Lailatul Qadar. Sementara hari raya umat Islam adalah hari raya idul Fitri dan Adha. Karena itulah, maka malam Nishfu Sya’ban disebut dengan malam hari raya malaikat.

Mengenai keutamaan malam Nishfu Sya’ban As-Subki menuturkan dalam tafsirnya, “Sesungguhnya malam nishfu Sya’ban bisa menutup dosa-dosa setahun. Sedangkan malam jumat bisa menutup dosa-dosa seminggu dan malam lailatul qadar dapat menutup dosa seumur hidup.”

Kemudian al-Mundziri meriwayatkan dengan marfu’, “Barangsiapa yang menghiudpkan dua malam hari raya dan malam nishfu Sya’ban, maka hatinya tidak akan mati pada saat hati-hati ini mati.”

Selanjutnya nishfu Sya’ban juga disebut dengan malam maghfirah karena imam Ahmad meriwayatkan, sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah menampakkan kepada hamba-hamba-Nya pada malam setengah dari Sya’ban lalu mengampuni kepada penghuni bumi, kecuali dua orang laki-laki, yaitu orang yang musyrik dan orang yang dendam.”

Ada pengecualian dalam riwayat diatas yang tidak memperoleh ampunan dibulan Sya’ban mereka adalah musyrik dan orang yang suka mendendam.

Dalam riwayat yang lain juga Rasulullah menyampaikan keutamaan bulan Sya’ban. Rasulullah Saw. bersabda, “Ya Humaira’, bukankah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya malam hari ini Adalah malam nishfu Sya’ban. Sesungguhnya allah ‘Azza Wa Jalla pada malam hari ini membebaskan orang-orang dari neraka sebanyak bilangan kambing suku kalbin, kecuali enam golongan, yaitu peminum arak, orang yang berani kepada kedua orang tuanya, orang yang melangsungkan zina, orang yang memutuskan tali silaturahim, mudharrib (mendorong permusuhan) dan pengadu domba.”

Apabila nishfu Sya’ban datang, maka sesungguhnya seorang hamba benar-benar sedang menanam tanaman, mengawini beberapa istri dan membangun bangunan, padahal namanya disalin dalam deretan orang-orang mati. Dan tidaklah malaikat maut menunggu, kecuali untuk diperintahkan para hamba itu lalu dia akan mencabutnya.”

  

Share:

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Pengikut

Definition List

Unordered List

Support