"Dengan membaca kamu mengenal dunia. Dengan Menulis kamu dikenal Dunia."

murevi18.blogspot.com

Senin, 05 Januari 2026

Sifat Buruk Manusia yaitu Suka Berkeluh Kesah

 

“Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh”

(QS. Al Ma’arij: 19)

 

Setiap manusia tidak akan terlepas dari masalah. Berbagai macam masalah manusia dalam kehidupan ini secara garis besar dapat dikelompokkan ke dalam empat kategori. Pertama, permasalahan yang berhubungan dengan diri sendiri. Kedua, permasalahan yang berkaitan dengan harta. Ketiga, permasalahan yang berhubungan dengan kehormatan. Keempat, permasalahan yang berkaitan dengan keluarga atau orang yang dicintainya.

Dalam hal ini tidak ada pengkhususan, masalah tersebut sifatnya umum baik itu orang mukmin yang shalih, para pendosa bahkan orang kafir. Para ulama menjelaskan bahwa manusia akan mengalami susah payah dalam menanggulangi suatu urusan dari perkara urusan dunia hingga perkara akhiratnya. Sesuai dengan Al-Quran yang menggambarkan bahwa manusia sejak dalam Rahim ibunya sampai dengan kematian bahkan sesudah kematiannya tidak pernah luput dari kesulitan demi kesulitan.

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah”

Semua manusia Allah beri cobaan bukan hanya dalam memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga dalam memelihara serta melindungi diri dan keluarganya. Bahkan dalam upaya melakukan hal-hal yang baik, manusia juga masih harus berjuang menghadapi dirinya sendiri sebelum menghadapi orang lain. Setiap cobaan yang Allah berikan di dunia yang fana ini memiliki hikmah namun sayangnya manusia tidak menyadari hal tersebut dan lebih memilih untuk mengeluh dari pada menghadapinya dengan prasangka baik.

Sebagai contoh ketika manusia sudah menetapkan cita-cita kemudian usaha untuk memperoleh cita-cita tersebut Allah beri ujian, cobaan dan kesulitan dan pada akhirnya cita-cita yang didambakan tidak tercapai. Akibatnya, manusia menjadi stress, frustasi, cemas, dan khawatir. Pada umumnya hal tersebut wajar saja dialami oleh manusia, akan tetapi tentu akan lebih berbahaya jika berlebihan.

Dalam kenyataan sekarang ini, tentu sering terjadi kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Pada akhirnya akan melahirkan perilaku manusia yang suka mengeluh dan ingkar. Sifat dan perilaku tersebut Allah jelaskan dalam Al-Quran:

“Sungguh manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila di timpa kesusahan dia berkeluh kesah. Dan apabila mendapat kebaikan (harta) ia amat kikir.”

Ayat diatas menegaskan bahwa pada umumnya manusia itu suka mengeluh. Mereka punya sifat buruk berupa keinginan (ambisi) yang berlebihan, sedikit kesabaran, banyak berkeluh kesah. Jika ditimpa kesulitan berupa kemiskinan atau sakit, mereka banyak mengeluh, meratapi nasib, mengutuk keadaan serta diliputi kesedihan yang berkepanjangan.

Tetapi sebaliknya, jika diberi kebaikan dan kemudahan berupa kesehatan yang sempurna, kekayaan melimpah, pangkat yang tinggi, jabatan yang baik, mereka cenderung bersifat kikir, sombong dan tidak peduli dengan orang lain.

Begitulah sifat buruk manusia pada umumnya. Ketika kesulitan hidup datang mendera. Dia merasa seolah-olah langit akan runtuh, bumi bergoncang dan dunia akan kiamat. Dia ceritakan penderitaannya kepada semua orang, dengan tujuan agar orang lain tahu bahwa dia sedang dalam keadaan susah, dengan harapan orang akan iba dan menaruh belas kasihan kepadanya. Sedikitpun dia tidak berpikir tentang betapa besarnya karunia serta nikmat yang telah Allah berikan kepadanya.

Di sisi lain, ketika manusia tengah diliputi kebaikan dan kemudahan hidup. Lagi-lagi sifat buruknya muncul. Dia menjadi orang yang sangat kikir, tidak mau berbagi sedikit pun kebahagiaan yang dimilikinya kepada orang lain. Dia simpan dan genggam erat-erat nikmat yang telah Allah berikan kepadanya.

Manusia berbangga diri dengan kekayaan melimpah yang dimilikinya. Dia menjadi jumawa dengan jabatan dan kedudukan yang telah berhasil direngkuhnya. Menjadi sombong dengan segala yang dimilikinya, menjadi lupa bahwa semua yang diperolehnya merupakan nikmat Allah yang diberikan kepadanya. Karena sesungguhnya semua yang dimilikinya hanyalah titipan Allah semata.

Untuk menyadarkan kita semua akan sifat buruk ini, Allah berfirman: “Katakanlah (Muhammad) wahai Tuhan Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapapun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapapun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapapun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Allah memberikan uraian yang jelas bahwa segala kekuasaan, kelimpahan harta, kedudukan yang tinggi yang ada pada manusia semua berasal dari Allah. Sebaliknya, segala kehinaan, kerendahan, ketidakberdayaan akan Allah hadirkan kepada mereka yang terlena dan terbuai oleh tipu daya gemerlap dunia.

Keluh kesah merupakan penyakit hati yang sangat berbahaya. Penyakit ini timbul disebabkan pengaruh kehidupan dunia yang penuh dengan ujian dan cobaan. Semua itu karena manusia disibukkan oleh kepentingan dunia. Sifat keluh kesah menunjukkan tidak adanya rasa percaya diri dan juga mengekspresikan keputusasaan. Sifat keluh kesah juga menurunkan rasa syukur dan lebih bahayanya seseorang yang memiliki sifat berkeluh kesah ini akan menunjukkan tidak antusias menghadapi hidup.

Penderita keluh kesah akan menjadikan seseorang murung, sedih, tidak menaruh harapan yang tinggi dalam hidup, dan lain sebagainya.  Penyakit ini akan mendobrak hati untuk berbuat dzalim, menimbulkan permusuhan, kebodohan, bahkan terjadinya pembunuhan.

Tidak ada satupun manusia yang tercipta secara sempurna. Setiap manusia pasti memiliki permasalahan untuk dikeluhkan, tetapi tidak dibenarkan untuk berkeluh kesah dalam ajaran Islam. Keluh kesah termasuk penyakit hati yang hanya akan menjadi penutup pintu-pintu solusi dari masalah yang sedang menimpa. Sifat tercela tersebut akibat ulah manusia yang menggunakan nikmat dan cobaan Allah dengan jalan yang tidak sesuai dengan jalan-Nya.

Allah Yang Maha Sempurna menjawab semua keluh kesah manusia dalam Al-Quran.

Keluhan manusia : “Saya lelah”

Allah menjawab dalam Surah An-Naba’ ayat 9: “….dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.”

Keluhan manusia: “Saya tidak sanggup dengan ujian/cobaan ini.”

Allah menjawab dalam surah Al-Baqarah ayat 286: “Aku tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Keluhan manusia: “Mengapa masalah ini sulit sekali?”

Allah menjawab dalam surah Asy-Syarh ayat 5-6: “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

Keluhan manusia: “Saya tidak mungkin bisa”

Allah menjawab dalam surah Yaa Siin ayat 82: “Apabila Allah menghendaki sesuatu, Allah hanya berkata: ‘Jadilah! Maka jadilah sesuatu.”

Keluhan manusia : Saya Stress”

Allah menjawab dalam surah Ar-Ra’d ayat 28: “Hanya dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang.”

Keluhan manusia: Sia-sia sudah usaha yang telah saya lakukan.”

Allah menjawab dalam surah Al-Zalzalah ayat 7: “Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarrah niscaya ia akan melihat blasannya.”

Keluhan manusia: “Saya bersedih”

Allah menjawab dalam surah At-Taubah ayat 40: “Janganlah bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita”

Keluhan manusia: “Tidak ada orang yang mau membantu saya.”

Allah menjawab dalam surah Al-Mu’min ayat 60: “Dan Tuhanmu berkata, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untukmu.”




Share:

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Pengikut

Definition List

Unordered List

Support