
“Sungguh, manusia diciptakan bersifat
suka mengeluh”
(QS. Al Ma’arij: 19)
Setiap
manusia tidak akan terlepas dari masalah. Berbagai macam masalah manusia dalam
kehidupan ini secara garis besar dapat dikelompokkan ke dalam empat kategori.
Pertama, permasalahan yang berhubungan dengan diri sendiri. Kedua, permasalahan
yang berkaitan dengan harta. Ketiga, permasalahan yang berhubungan dengan
kehormatan. Keempat, permasalahan yang berkaitan dengan keluarga atau orang
yang dicintainya.
Dalam
hal ini tidak ada pengkhususan, masalah tersebut sifatnya umum baik itu orang
mukmin yang shalih, para pendosa bahkan orang kafir. Para ulama menjelaskan
bahwa manusia akan mengalami susah payah dalam menanggulangi suatu urusan dari
perkara urusan dunia hingga perkara akhiratnya. Sesuai dengan Al-Quran yang
menggambarkan bahwa manusia sejak dalam Rahim ibunya sampai dengan kematian
bahkan sesudah kematiannya tidak pernah luput dari kesulitan demi kesulitan.
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah”
Semua
manusia Allah beri cobaan bukan hanya dalam memenuhi kebutuhan hidup, tetapi
juga dalam memelihara serta melindungi diri dan keluarganya. Bahkan dalam upaya
melakukan hal-hal yang baik, manusia juga masih harus berjuang menghadapi
dirinya sendiri sebelum menghadapi orang lain. Setiap cobaan yang Allah berikan
di dunia yang fana ini memiliki hikmah namun sayangnya manusia tidak menyadari
hal tersebut dan lebih memilih untuk mengeluh dari pada menghadapinya dengan
prasangka baik.
Sebagai
contoh ketika manusia sudah menetapkan cita-cita kemudian usaha untuk
memperoleh cita-cita tersebut Allah beri ujian, cobaan dan kesulitan dan pada
akhirnya cita-cita yang didambakan tidak tercapai. Akibatnya, manusia menjadi
stress, frustasi, cemas, dan khawatir. Pada umumnya hal tersebut wajar saja
dialami oleh manusia, akan tetapi tentu akan lebih berbahaya jika berlebihan.
Dalam
kenyataan sekarang ini, tentu sering terjadi kesenjangan antara harapan dan
kenyataan. Pada akhirnya akan melahirkan perilaku manusia yang suka mengeluh
dan ingkar. Sifat dan perilaku tersebut Allah jelaskan dalam Al-Quran:
“Sungguh manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila di timpa kesusahan dia berkeluh kesah. Dan apabila mendapat kebaikan (harta) ia amat kikir.”
Ayat
diatas menegaskan bahwa pada umumnya manusia itu suka mengeluh. Mereka punya
sifat buruk berupa keinginan (ambisi) yang berlebihan, sedikit kesabaran,
banyak berkeluh kesah. Jika ditimpa kesulitan berupa kemiskinan atau sakit,
mereka banyak mengeluh, meratapi nasib, mengutuk keadaan serta diliputi
kesedihan yang berkepanjangan.
Tetapi
sebaliknya, jika diberi kebaikan dan kemudahan berupa kesehatan yang sempurna,
kekayaan melimpah, pangkat yang tinggi, jabatan yang baik, mereka cenderung
bersifat kikir, sombong dan tidak peduli dengan orang lain.
Begitulah
sifat buruk manusia pada umumnya. Ketika kesulitan hidup datang mendera. Dia
merasa seolah-olah langit akan runtuh, bumi bergoncang dan dunia akan kiamat.
Dia ceritakan penderitaannya kepada semua orang, dengan tujuan agar orang lain
tahu bahwa dia sedang dalam keadaan susah, dengan harapan orang akan iba dan
menaruh belas kasihan kepadanya. Sedikitpun dia tidak berpikir tentang betapa
besarnya karunia serta nikmat yang telah Allah berikan kepadanya.
Di
sisi lain, ketika manusia tengah diliputi kebaikan dan kemudahan hidup.
Lagi-lagi sifat buruknya muncul. Dia menjadi orang yang sangat kikir, tidak mau
berbagi sedikit pun kebahagiaan yang dimilikinya kepada orang lain. Dia simpan
dan genggam erat-erat nikmat yang telah Allah berikan kepadanya.
Manusia
berbangga diri dengan kekayaan melimpah yang dimilikinya. Dia menjadi jumawa
dengan jabatan dan kedudukan yang telah berhasil direngkuhnya. Menjadi sombong
dengan segala yang dimilikinya, menjadi lupa bahwa semua yang diperolehnya
merupakan nikmat Allah yang diberikan kepadanya. Karena sesungguhnya semua yang
dimilikinya hanyalah titipan Allah semata.
Untuk
menyadarkan kita semua akan sifat buruk ini, Allah berfirman: “Katakanlah (Muhammad) wahai Tuhan Pemilik
kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapapun yang Engkau kehendaki, dan
Engkau cabut kekuasaan dari siapapun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan
siapapun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh,
Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Allah memberikan uraian
yang jelas bahwa segala kekuasaan, kelimpahan harta, kedudukan yang tinggi yang
ada pada manusia semua berasal dari Allah. Sebaliknya, segala kehinaan, kerendahan,
ketidakberdayaan akan Allah hadirkan kepada mereka yang terlena dan terbuai
oleh tipu daya gemerlap dunia.
Keluh
kesah merupakan penyakit hati yang sangat berbahaya. Penyakit ini timbul
disebabkan pengaruh kehidupan dunia yang penuh dengan ujian dan cobaan. Semua
itu karena manusia disibukkan oleh kepentingan dunia. Sifat keluh kesah
menunjukkan tidak adanya rasa percaya diri dan juga mengekspresikan
keputusasaan. Sifat keluh kesah juga menurunkan rasa syukur dan lebih bahayanya
seseorang yang memiliki sifat berkeluh kesah ini akan menunjukkan tidak
antusias menghadapi hidup.
Penderita
keluh kesah akan menjadikan seseorang murung, sedih, tidak menaruh harapan yang
tinggi dalam hidup, dan lain sebagainya. Penyakit ini akan mendobrak hati untuk berbuat
dzalim, menimbulkan permusuhan, kebodohan, bahkan terjadinya pembunuhan.
Tidak
ada satupun manusia yang tercipta secara sempurna. Setiap manusia pasti
memiliki permasalahan untuk dikeluhkan, tetapi tidak dibenarkan untuk berkeluh
kesah dalam ajaran Islam. Keluh kesah termasuk penyakit hati yang hanya akan
menjadi penutup pintu-pintu solusi dari masalah yang sedang menimpa. Sifat
tercela tersebut akibat ulah manusia yang menggunakan nikmat dan cobaan Allah
dengan jalan yang tidak sesuai dengan jalan-Nya.
Allah
Yang Maha Sempurna menjawab semua keluh kesah manusia dalam Al-Quran.
Keluhan
manusia : “Saya lelah”
Allah
menjawab dalam Surah An-Naba’ ayat 9: “….dan
Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.”
Keluhan
manusia: “Saya tidak sanggup dengan ujian/cobaan ini.”
Allah
menjawab dalam surah Al-Baqarah ayat 286: “Aku
tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
Keluhan
manusia: “Mengapa masalah ini sulit sekali?”
Allah
menjawab dalam surah Asy-Syarh ayat 5-6: “Maka
sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan
ada kemudahan.”
Keluhan
manusia: “Saya tidak mungkin bisa”
Allah
menjawab dalam surah Yaa Siin ayat 82: “Apabila
Allah menghendaki sesuatu, Allah hanya berkata: ‘Jadilah! Maka jadilah
sesuatu.”
Keluhan
manusia : Saya Stress”
Allah
menjawab dalam surah Ar-Ra’d ayat 28: “Hanya
dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang.”
Keluhan
manusia: Sia-sia sudah usaha yang telah saya lakukan.”
Allah
menjawab dalam surah Al-Zalzalah ayat 7: “Siapa
yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarrah niscaya ia akan melihat
blasannya.”
Keluhan
manusia: “Saya bersedih”
Allah
menjawab dalam surah At-Taubah ayat 40: “Janganlah
bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita”
Keluhan
manusia: “Tidak ada orang yang mau membantu saya.”
Allah
menjawab dalam surah Al-Mu’min ayat 60:
“Dan Tuhanmu berkata, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untukmu.”







0 Post a Comment:
Posting Komentar