
Sahabat Literasi – kali ini saya membahas tidur yang menurut
pandangan umum tidak memiliki nilai ibadah. Padahal, tidur yang dianggap tidak
memiliki nilai ibadah di sisi manusia— ternyata mempunyai sisi ibadah di sisi
Allah dengan catatan jika kamu mengamalkan beberapa kebiasaan yang diajarkan
oleh Rasulullah Saw. Nah, penjelasan lengkapnya saya kutip dalam kitab Irsyadul
‘Ibad oleh Syaikh Abdul ‘Aziz Muhammad Salman.
Hal pertama yang harus kamu lakukan ialah hindarilah sekuat
tenaga dengan iman dan takwa mu aktivitas menelaah ilmu-ilmu yang menimbulkan
mudharat terhadap dirimu. Kemudian selain itu, kamu juga harus menjauhi duduk majelis
(perkumpulan) yang melalaikan (yang membicarakan sesuatu yang tidak
bermanfaat). Nah, jangan sampai kamu lakukan hal tersebut karena dapat menjadi
penutup amalmu sebelum tidur, karena amalan itu tergantung penutupnya. Mungkin saja
nyawamu dicabut pada saat engkau tertidur.
Kiat selanjutnya ialah apabila engkau hendak tidur maka bersihkan
terlebih dahulu debu dari Kasur (dengan sapu lidi khusus menyapu kasur) atau
alas tidurmu. Bentangkan alas tidur itu menghadap kearah kiblat. Tidurlah miring
pada kanan sebagaimana posisi mayit Ketika dibaringkan di dalam kuburan.
Nasihat penting:
“Ketahuilah bahwa tidur adalah saudara kematian. Bangun dari
tidur itu semisal dengan kebangkitan sesudah mati. Barangkali Allah akan
mencabut nyamamu pada malam itu. Oleh karenanya, bersiap-siaplah untuk bertemu
dengan-Nya. Jika kamu mampu menjaga kesucian tubuhmu dan surat wasiatmu sudah
tertulis di dekat kepalamu, maka itu lebih utama dan lebih baik.”
Kita lanjut lagi penjelasannya ya, kemudian tidurlah sebagai
orang yang telah bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya dari berbagai
jenis dosa. Lafalkan istighfar dengan memohon ampunan sebagai orang yang
bertaubat yang bertekat kuat dan sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi
maksiat. Anggap saja bahwa kamu besok akan meninggal dunia dan tidak ada
kehidupan di hari esok maka engkau akan meneteskan air mata disebabkan
mengingat kesalahan-kesalahan yang lalu. Selanjutnya bertekatlah jika Allah
membangkitkanmu sesudah tidur untuk mengerjakan dan mencintai kebaikan untuk
seluruh kaum Muslimin.
Ingatlah!
Selama engkau berbaring di atas tempat tidurmu bahwa engkau akan dibaringkan di liang lahat, dalam keadaan sendirian, tanpa teman yang menyertaimu kecuali amalanmu. engkau tidak akan dibalas kecuali dengan balasan yang sesuai usahamu. Jangan jadikan tidur sebagai beban yang mempersiapkan kasur untuk menyenangkan tidurmu, meski tidur merupakan liburan kehidupan atau pengosongan aktivitas kehidupan, kecuali bila kamu ingin bangunmu menjadi petaka terhadap dirimu. Bila demikian, maka tidurmu, tak ragu lagi, adalah lebih baik karena ia menjadi penyelamatan untuk dinmu.
Dan, ketahui juga hal paling penting yang hendak
diberitahukan kepadamu bahwa sehari semalam itu durasi waktunya Adalah dua
puluh empat jam. Oleh karenanya jangan sampai tidurmu, baik pada malam maupun siang
hari, lebih dari delapan jam. Cukuplah bagimu, bila kamu hidup selama enam
puluh tahun misalnya, maka kamu tidur selama sepertiga usia, yakni dua puluh
tahun.
Selanjutnya, persiapkan pula siwakmu dan pembersihmu ketika
hendak tidur. Niatkan dengan kuat untuk shalat malam. Allah pasti akan
menghidupkan engkau. Dua rakat pada Tengah malam adalah satu dari sekian banyak
harta simpanan kebaikan. Karena itu, perbanyaklah harta simpananmu untuk
mencukupi hari yang kau sangat membutuhkannya.
Harta simpanan dunia takkan berguna bila kamu mati. Dana yang
benar, yang tersisa, dan yang bermanfaat adalah dana akhirat, yakni zikir atau
amal saleh.
Kemudian bacalah ayat kursi (QS. Al-Baqarah ayat
255). Serta akhir surat Al-Baqarah (dari awal ayat 285 hingga akhir surat). Lalu,
baca surat al-Ikhlas setlah itu bacalah Al-Mu’awwidzatain (surat
Al-falaq dan surat An-Nas)
Baca juga surat Tabarak (surat al-Mulk). Dan ditutup membaca surat al-Waqiah.
Bertekad dan berusahalah supaya rasa kantuk tidak merampas
konsentrasimu Ketika engkau sedang melafalkan zikrullah sedang keadaanmu
suci dari hadas. Berapa banyak manusia yang hidupnya berakhir sesudah dia tidur.
Orang-orang mendapatinya sudah mati.
Semoga dapat diamalkan!







0 Post a Comment:
Posting Komentar