"Dengan membaca kamu mengenal dunia. Dengan Menulis kamu dikenal Dunia."

murevi18.blogspot.com

Selasa, 20 Januari 2026

Tidur yang Berpahala! Yuk Simak Penjelasannya

 

Sahabat Literasi – kali ini saya membahas tidur yang menurut pandangan umum tidak memiliki nilai ibadah. Padahal, tidur yang dianggap tidak memiliki nilai ibadah di sisi manusia— ternyata mempunyai sisi ibadah di sisi Allah dengan catatan jika kamu mengamalkan beberapa kebiasaan yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. Nah, penjelasan lengkapnya saya kutip dalam kitab Irsyadul ‘Ibad oleh Syaikh Abdul ‘Aziz Muhammad Salman.

Hal pertama yang harus kamu lakukan ialah hindarilah sekuat tenaga dengan iman dan takwa mu aktivitas menelaah ilmu-ilmu yang menimbulkan mudharat terhadap dirimu. Kemudian selain itu, kamu juga harus menjauhi duduk majelis (perkumpulan) yang melalaikan (yang membicarakan sesuatu yang tidak bermanfaat). Nah, jangan sampai kamu lakukan hal tersebut karena dapat menjadi penutup amalmu sebelum tidur, karena amalan itu tergantung penutupnya. Mungkin saja nyawamu dicabut pada saat engkau tertidur.

 

Kiat selanjutnya ialah apabila engkau hendak tidur maka bersihkan terlebih dahulu debu dari Kasur (dengan sapu lidi khusus menyapu kasur) atau alas tidurmu. Bentangkan alas tidur itu menghadap kearah kiblat. Tidurlah miring pada kanan sebagaimana posisi mayit Ketika dibaringkan di dalam kuburan.

 

Nasihat penting:

“Ketahuilah bahwa tidur adalah saudara kematian. Bangun dari tidur itu semisal dengan kebangkitan sesudah mati. Barangkali Allah akan mencabut nyamamu pada malam itu. Oleh karenanya, bersiap-siaplah untuk bertemu dengan-Nya. Jika kamu mampu menjaga kesucian tubuhmu dan surat wasiatmu sudah tertulis di dekat kepalamu, maka itu lebih utama dan lebih baik.”

 

Kita lanjut lagi penjelasannya ya, kemudian tidurlah sebagai orang yang telah bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya dari berbagai jenis dosa. Lafalkan istighfar dengan memohon ampunan sebagai orang yang bertaubat yang bertekat kuat dan sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi maksiat. Anggap saja bahwa kamu besok akan meninggal dunia dan tidak ada kehidupan di hari esok maka engkau akan meneteskan air mata disebabkan mengingat kesalahan-kesalahan yang lalu. Selanjutnya bertekatlah jika Allah membangkitkanmu sesudah tidur untuk mengerjakan dan mencintai kebaikan untuk seluruh kaum Muslimin.

 

Ingatlah!

Selama engkau berbaring di atas tempat tidurmu bahwa engkau akan dibaringkan di liang lahat, dalam keadaan sendirian, tanpa teman yang menyertaimu kecuali amalanmu. engkau tidak akan dibalas kecuali dengan balasan yang sesuai usahamu. Jangan jadikan tidur sebagai beban yang mempersiapkan kasur untuk menyenangkan tidurmu, meski tidur merupakan liburan kehidupan atau pengosongan aktivitas kehidupan, kecuali bila kamu ingin bangunmu menjadi petaka terhadap dirimu. Bila demikian, maka tidurmu, tak ragu lagi, adalah lebih baik karena ia menjadi penyelamatan untuk dinmu.

Dan, ketahui juga hal paling penting yang hendak diberitahukan kepadamu bahwa sehari semalam itu durasi waktunya Adalah dua puluh empat jam. Oleh karenanya jangan sampai tidurmu, baik pada malam maupun siang hari, lebih dari delapan jam. Cukuplah bagimu, bila kamu hidup selama enam puluh tahun misalnya, maka kamu tidur selama sepertiga usia, yakni dua puluh tahun.

 

Selanjutnya, persiapkan pula siwakmu dan pembersihmu ketika hendak tidur. Niatkan dengan kuat untuk shalat malam. Allah pasti akan menghidupkan engkau. Dua rakat pada Tengah malam adalah satu dari sekian banyak harta simpanan kebaikan. Karena itu, perbanyaklah harta simpananmu untuk mencukupi hari yang kau sangat membutuhkannya.

Harta simpanan dunia takkan berguna bila kamu mati. Dana yang benar, yang tersisa, dan yang bermanfaat adalah dana akhirat, yakni zikir atau amal saleh.

 

Kemudian bacalah ayat kursi (QS. Al-Baqarah ayat 255). Serta akhir surat Al-Baqarah (dari awal ayat 285 hingga akhir surat). Lalu, baca surat al-Ikhlas setlah itu bacalah Al-Mu’awwidzatain (surat Al-falaq dan surat An-Nas)

Baca juga surat Tabarak (surat al-Mulk). Dan ditutup membaca surat al-Waqiah.

Bertekad dan berusahalah supaya rasa kantuk tidak merampas konsentrasimu Ketika engkau sedang melafalkan zikrullah sedang keadaanmu suci dari hadas. Berapa banyak manusia yang hidupnya berakhir sesudah dia tidur. Orang-orang mendapatinya sudah mati.

 

Semoga dapat diamalkan!

Share:

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Pengikut

Definition List

Unordered List

Support