"Dengan membaca kamu mengenal dunia. Dengan Menulis kamu dikenal Dunia."

murevi18.blogspot.com

Kamis, 22 Januari 2026

Hakikat Dzikir

 

Dzikir Adalah perjuangan membebaskan diri dari kelalaian dengan cara selalu menghadirkan hati bersama Dzat yang Mahabenar. Ada yang mengartikan dzikir dengan mengulang penyebutan nama dari hati dan lisan, baik yang disebutkan itu Adalah:

  • Nama Allah
  • Salah satu sifat-Nya
  • Perintah-Nya;
  • Perbuatan-Nya;
  • Merenungkan kesimpulan berdasarkan salah satu dari yang disebutkan tadi;
  • Memanjatkan doa kepada-Nya;
  • Mengingat rasul, nabi, atau wali atau siapa saja yang berhubungan atau mendekat kepada-Nya dalam pelbagai cara; ataupun
  • Melakukan perbuatan tertentu seperti membaca Al-Quran, dzikir, puisi, nyanyian, percakapan atau cerita.

Oleh karena itu, seorang ahli kalam (teolog), ahli fikih, guru, mufti, dan pemberi nasihat adalah orang yang berzikir. Begitu pula orang yang mengamati dan merenungkan keagungan Allah dan tanda-tanda kekuasaan-Nya di langit dan bumi serta orang yang menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Mereka berdua juga termasuk orang yang berzikir.

Berzikir dapat dilakukan melalui lisan, hati, dan anggota badan. Bisa dikerjakan secara tersembunyi maupun secara terbuka terang-terangan. Yang bisa menghimpun ketiga cara itu berarti betul-betul berzikir secara sempurna.

Dzikir lisan adalah menyebut huruf demi huruf tanpa disertai kehadiran hati. Ini yang disebut dzikir lahiriah. Meski demikian, ia tetap memiliki keutamaan besar seperti ditunjukkan oleh ayat-ayat Al-Quran, hadis Rasulullah dan atsar sahabat.

Dizkir lisan, ada yang terikat waktu dan tempat (muqayyad), dan ada yang bersifat mutlak (muthlaq). Contoh dzikir muqayyad Adalah dzikir dalam shalat dan setelahnya, dzikir selama beribadah haji, dzikir ketika hendak makan, dzikir saat menaiki kendaraan, juga dzikir di pagi serta sore hari, dan lain sebagainya.

Sementara dzikir muthlaq adalah segala jenis dzikir yang tidak dibatasi oleh waktu, tempat, dan keadaan. Diantara bentuknya Adalah apa saja yang berwujud ungkapan menyanjung Allah sebagaimana yang terkandung dalam kalimat tasbih (subhanallah), tahmid (alhamdulillah), tahlil (la ilaha illallah), takbir (Allahu akbar) dan haqalah (la haula wala quwwata illa billah).

Wujud dzikir mutlak berikutnya adalah dzikir yang memuat ungkapan doa dan munajat seperti dalam ayat Al-Quran berikut ini:

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami….” (QS. Al-Baqarah: 286)

Begitu pula bacaan shalawat untuk Rasulullah Saw. seperti:

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Muhammad.”

Berzikir dengan unsur munajat lebih membekas dan sangat menyentuh hati pemula ketimbang dzikir yang tidak mengandung unsur tersebut. Sebab, orang yang bermunajat merasa hatinya Tengah dekat dengan orang yang diajak bicara dalam munajatnya. Cara seperti ini menimbulkan getaran efek yang luar biasa di dalam hatinya dan membuatnya mudah tercapai kekhusyukan.

Selain memuat doa dan munajat, bentuk dzikir yang bersifat mutlak adalah dzikir yang mengandung perlindungan dan permintaan urusan-urusan duniawi dan ukhrawi. Contoh dzikir perlindungan Adalah kamu berkata:

“Allah bersamaku, Allah mengamatiku, Allah melihatku.”

Di dalam kalimat-kalimat itu, terkandung unsur perlindungan untuk kemashlahatan hati. Pada hakikatnya, dzikir merupakan sarana yang digunakan untuk untuk memperteguh kehadiran dan kesadaran diri hamba bahwa dia agar berakhlak baik terhadap-Nya, menjaga diri dari kelengahan, melindungi kita dari setan yang terkutuk, dan membantu menumbuhkan kekhusyukan selama mengerjakan ibadah-ibadah.

 

Share:

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Pengikut

Definition List

Unordered List

Support