"Dengan membaca kamu mengenal dunia. Dengan Menulis kamu dikenal Dunia."

murevi18.blogspot.com

Selasa, 11 Juli 2023

TETAPKAN TARGET HIDUP

 

“… karena di setiap harap yang kita buat, harus ada batas yang kita taruh.” (Rakha)


Manusia harus memiliki target dalam hidup. Ini yang akan menjadi harapan yang membuat kita bersemangat mencapainya. Namun kita sering lupa memberi ruang batas bahwa kita ini manusia. Yang lebih parah, ada yang terlalu menaruh harap kepada manusia lain yang sebenarnya juga memiliki keterbatasan. Padahal yang menentukan hasil Itu Allah. Bahkan mungkin Allah sebenarnya telah menyiapkan jalan kejayaan lain yang lebih baik dari yang kita dambakan.


Allah berfirman, “Dan hanya kepada Tuhanmu hendaknya kamu berharap.” (Al-Insyirah: 8). Syaikh al-‘Utsaimin berkata, “Ayat di atas memiliki struktur kalimat yang berfaidah pembatasan makna, yakni harapan hendaknya hanya kepada Allah saja dan tidak kepada siapa pun selain-Nya.” Syaikh al-Fauzan menambahkan, “Ini adalah pengagungan tauhid, karena pengharapan dan menyandarkan diri hanya kepada Allah adalah ibadah, dan ibadah harus disertai dengan keikhlasan hanya untuk-Nya.”

__

Sumber : Quoteoftheday

Rumah Dakwah as Sakinah

Share:

Falsafah Korea terkait Interaksi Sosial

Nunchi adalah konsep dalam budaya Korea yang mengacu pada kemampuan membaca atau memahami suasana hati, perasaan, dan maksud orang lain melalui ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan komunikasi nonverbal secara keseluruhan. Istilah "nunchi" secara harfiah berarti "mata" atau "penglihatan mata".


Dalam konteks sosial, memiliki nunchi yang baik dianggap sebagai keterampilan penting untuk berinteraksi dengan orang lain dengan lebih bijak. Nunchi melibatkan sensitivitas terhadap situasi, kemampuan membaca ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan nuansa komunikasi nonverbal lainnya. Ini membantu seseorang untuk membaca suasana hati orang lain, menghindari konflik, dan bertindak secara tepat dalam berbagai situasi.


Nunchi juga melibatkan kesadaran terhadap diri sendiri, sehingga seseorang dapat mengendalikan ekspresi dan emosi mereka sendiri agar lebih sesuai dengan situasi yang ada. Ini membantu membangun hubungan sosial yang lebih baik dan memperkuat koneksi dengan orang lain.


Dalam budaya Korea, nunchi dihargai sebagai keterampilan yang penting dan dianggap sebagai aspek penting dari kehidupan sehari-hari dan hubungan sosial.

___

Rumah Dakwah As Sakinah

Share:

BAGAIMANA CARA KITA MENGATASI STRESS?

 

“Stres sering mendorong kita pada pilihan makanan dan kebiasaan tidur yang buruk, ini yang menyebabkan stres internal.” (Dr. Mark Hyman)


Banyak orang stres dialihkan ke makan. Dan biasanya, pilihan makanannya tidak memperhatikan kandungan nutrisinya. Asal enak. Dr. Hyman menjelaskan, “Ketika kita makan makanan mengandung tepung, gula, atau gorengan, kita sebenarnya sedang meningkatkan produksi hormon stres.” Jadi sudah stres, lalu makannya tidak benar, malah semakin stres, karena hormon stres (kortisol) membanjiri otak kita. Inilah maksud stres internal.



Ada banyak opsi sehat menghilangkan stres. Situs Kemenkes RI menggarisbawahi lima hal: 1) Perbanyak ibadah kepada Tuhan YME, 2) Berolahraga teratur, 3) Tekuni hobi sesuai bakat/ minat, 4) Berpikir positif dan menyenangkan, 5) Konsultasi ke expert. Nabi ﷺ saat dalam tekanan menambahkan dzikir, "Laa ilaaha illallaahul 'azhiimul haliim, laa ilaaha illallaahu rabbul 'arsyil 'azhiim, laa ilaaha illallaahu rabbus samaawaati wa rabbul ardli wa rabbul 'arsyil kariim.” (Al-Bukhari: 5870)

____

Sumber : Quoteoftheday

Rumah Dakwah As Sakinah

Share:

PENGENDALIAN DIRI


“Pengendalian diri itu kekuatan. Pikiran benar itu keahlian. Ketenangan itu penguasaan.” (James Allen)

Penulis As A Man Thinketh (1902) ini menjelaskan bahwa pengendalian diri itu tentang kemampuan menjauhi hal-hal negatif dan tidak menjadi bagian dari perbuatan negatif; pikiran benar itu terkait kedalaman pemahaman tentang iman (tawakal), kepuasan, rasa syukur, jauh dari stres & overthinking; sedang ketenangan itu tentang kedamaian hati, sedikit bicara dan bekerja lebih banyak. 


Kuasai diri hingga suasana hati dan pikiran kita tidak berubah karena perilaku orang lain. Jangan biarkan orang lain mengambil alih hidup kita. Jangan biarkan emosi mengalahkan kecerdasan kita. Berusahalah menjadi mukmin yang seperti yang digambarkan Nabi ﷺ, “Sesungguhnya perumpamaan seorang mukmin adalah seperti lebah, ia makan yang baik-baik, mengeluarkan yang baik-baik, bila ia hinggap tidak membuat dahan patah dan rusak." (Ahmad: 6577)

__

Sumber : QuoteOfTheday

 Rumah Dakwah As Sakinah

Share:

PANDUAN MENUJU KEHIDUPAN LEBIH BAIK

Randy Pausch "The Last Lecture"


Randy Pausch (23 Oktober 1960 - 25 Juli 2008), seorang profesor ilmu komputer dari Universitas Carnegie-Mellon, Amerika Serikat meninggal akibat kanker pankreas yang dideritanya pada 2008 silam. 

Di akhir hidupnya ia menulis sebuah buku yang berjudul "The Last Lecture" (Pengajaran Terakhir) yang menjadi salah satu buku best-seller di tahun 2007. 

Dan apa yang menjadi warisan yang ditinggalkannya? 

Di dalam sebuah surat untuk istrinya, Jai, dan anak-anaknya, Dylan, Logan dan Chloe, ia menuliskan secara indah mengenai "Panduan Menuju Kehidupan yang Lebih Baik" untuk diikuti istri dan anaknya. 


PERSONALITY

Jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui.

Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada diluar kendali Anda, melainkan salurkan energi Anda menuju kehidupan yang dijalani saat ini, secara positif.

Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda.

Jangan memaksa diri Anda untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna.

Jangan membuang waktu Anda yang berharga untuk gosip.

Bermimpilah saat Anda bangun (bukan saat tertidur).

Iri hati membuang-buang waktu, Anda sudah memiliki semua kebutuhan Anda.

Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan pasangan Anda di masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan Anda saat ini.

Hidup terlalu singkat untuk membenci apa pun atau siapa pun.

Berdamailah dengan masa lalu Anda agar hal tersebut tidak menganggu saat ini.

Tidak ada seorang pun bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda kecuali Anda sendiri.

Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan Anda berada di sini sebagai pelajar. Masalah adalah bagian dari kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar (matematika) tetapi, pelajaran yang membuat Anda dapat bertahan seumur hidup.

Senyumlah dan tertawalah.

Anda tidak dapat selalu menang dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima kekalahan.


COMMUNITY

Hubungi keluarga Anda sesering mungkin.

Setiap hari berikan sesuatu yang baik kepada orang lain.

Ampuni setiap orang untuk segala hal.

Habiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun.

Coba untuk membuat paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari.

Apa yang orang lain pikirkan tentang Anda bukanlah urusan Anda.

Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda di saat Anda sakit, tetapi keluarga dan teman Anda. Tetaplah berhubungan baik.


LIFE

Jadikan Tuhan sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, sikap, tutur kata dan perbuatan Anda.

Tuhan menyembuhkan segala sesuatu.

Lakukan hal yang benar.

Sebaik atau seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah.

Tidak peduli bagaimana perasaan Anda, bangun, berpakaian, dan keluarlah!

Yang terbaik belumlah tiba.

Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau mendukakan.

Ketika Anda bangun di pagi hari, berterima kasihlah pada Tuhan untuk itu.

Jika Anda mengenal Tuhan, Anda akan selalu bersukacita. So, be happy.


Tambahan editor:

"Ingatlah, hanya dengan MENGINGAT Allah HATI menjadi TENTERAM" (QS Ar Ra'd [13]: 28).

Demikianlah adanya... Demikianlah kenyataannya...

FB.8-7-2016.Jen Zainal Asyikin Hans

Share:

Pengikut

Definition List

Unordered List

Support