"Dengan membaca kamu mengenal dunia. Dengan Menulis kamu dikenal Dunia."

murevi18.blogspot.com

Senin, 09 Februari 2026

Antara Sehat dan Sakit

 

“Alangkah tidak nikmatnya sakit itu.” Begitulah yang acap kali dikatakan banyak orang. Padahal sakit dan sehat jaraknya hanya setipis benang. Keduanya sama-sama ujian. Allah berfirman:

 “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kepada Kamilah kalian kembali.” (QS. al Anbiya’: 35)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Allah menguji kita dengan kejelekan dan kebaikan, gembira dan sedih, sehat dan sakit, kaya dan miskin, halal dan haram, taat dan maksiat, petunjuk dan kesesatan.”

 “Betapa nikmatnya sehat.” Itulah yang sering kali diucapkan orang-orang sakit. Padahal keduanya; sakit dan sehat adalah nikmat. Hanya saja tidak banyak orang yang dapat melihat isi.

Kita biasanya hanya melihat bungkus. Ketika melihat sesuatu yang tampaknya tidak menyenangkan, kita akan berhenti di sana dan kemudian membesar-besarkan nya.

Sakit, meski satu sisi adalah suatu yang tidak menyenangkan, tidak diharapkan. Tapi di sisi lain adalah suatu yang indah dan nikmat yang luar biasa. Oleh karena itu, dahulu ada di antara Salafush Shalih yang berharap agar ditimpa sakit.

Al-Imam Ibnu Abi Dunya rahimahullah pernah mengatakan: “Mereka dulu (orang orang shalih terdahulu) berharap mendapat demam satu malam.”

Kenapa? Karena mereka bisa melihat isi, tidak hanya melihat bungkus. Mereka mengetahui hikmah dan sisi lain dari satu penyakit yang menimpa seorang manusia.

Share:

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Pengikut

Definition List

Unordered List

Support