Mengamati
berita yang tersiar melalui media massa baik media cetak seperti koran dan
majalah, maupun media elektronik semacam radio, televisi maupun internet,
sering kali kita lihat dan kita dengar sejumlah kasus yang dilakukan oleh orang
yang beragama Islam, seperti kita ini. Setiap saat sering kita saksikan
pejabat, pegawai negeri, pengusaha, akademisi, pelajar maupun warga masyarakat
bisa tersangkut kasus-kasus hukum yang berat. Sederet kasus-kasus besar
tersebut mulai dari penyalahgunaan narkoba, korupsi, perselingkuhan,
pertengakaran pelajar, pembunuhan, perjudian seta penipuan. Kasus-kasus tersebut
turut mencoreng nama baik Islam, karena dilakukan oleh orang yang beragama
Islam, yaitu agama kita. Dengan kata lain, pelanggaran atau kejahatan tersebut
dilakukan oleh saudara kita seagama. Sehingga kita sedikit atau banyak turut
menanggung malu atau citra buruk.
Kita
patut prihatin atas hal tersebut. Mereka yang telah terbujuk tipu daya setan.
Oleh karena kita jangan sampai ikut terperosok. Dari berbagai kasus yang kita
lihat hendaklah mengambil pelajaran dari hal tersebut, selanjutnya
mewaspadainya agar di masa-masa mendatang bisa menghindarinya. Dalam Al-Quran
Iblis mengatakan akan memperdayakan manusia dengan berbagai cara.
“Iblis menjawab: ‘Karena
Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan
(menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan
mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri
mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi
terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar
Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya".
Kisah
tragedi perang uhud.
Setan
menghiasi dan mengelabuhi manusia itu sehingga mereka memandang baik perbuatan
mereka, dan setan membisikkan: "Kalian akan menang, dan sesungguhnya saya
ini adalah pelindungmu". Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling
lihat melihat (berhadapan), setan itu balik ke belakang seraya berkata:
"Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu; sesungguhnya saya dapat
melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut
kepada Allah". Dan Allah sangat keras siksa-Nya.
Bila tersirat di hatimu untuk berjudi, itu
rayuan setan
Bila tersirat di hatimu ingin berzina, itu
nyanyian setan
Bila tersirat di hatimu ingin mencuri, itu
nyanyian setan
Mewaspadai Pintu Masuk Setan
Sesungguhnya
setiap detik dari hidup kita, setiap hembusan nafas, setiap pikiran yang yang
tersirat, setiap amal perbuatan yang kita kerjakan, tidak akan pernah
lepas dari upaya setan untuk menggoda, menyesatkan, menyelewengkan dari tujuan
yang benar dan menggiring kepada dosa dan maksiat. Kita mungkin tidak menyadari
dan memang tanpa kita sadari, setan terus berupaya menenggelamkan,
menghanyutkan kita agar semakin jauh dari jalan yang benar, meninggalkan
ketaatan secara perlahan dan halus, tanpa terasa oleh kita. Dan itulah tugas
utama setan dan iblis, sebagai mana ia telah terusir dari surga dan terjauhkan
dari rahmat Allah maka diapun ingin menjauhkan manusia dari dari rahmat Allah
dan kemudian sesat bersamanya. Begitulah ungkapan setan ketika mendapatkan
laknat Allah:
Allah berfirman:
"Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah makhluk yang
terkutuk, Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan."
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, berilah penangguhan kepadaku sampai hari
mereka dibangkitkan." Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk
yang diberi penangguhan, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya
(hari Kiamat)." Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan
menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara
mereka.” (QS. Shad: 77-83)
Menyadari
ini semua, bahwa keberadaan kita di dunia ini, tidak akan pernah lepas
sedikitpun dari upaya setan untuk mempengaruhi kita, merayu, melalaikan kita
dengan apapun, bahkan mereka mampu masuk bersama aliran darah kita, dengan
hanya satu tujuan mengumpulkan manusia sebanyak-banyaknya untuk bersama-sama
sesat dan menghuni neraka jahanam. Mengetahui tipu daya setan dan iblis dalam
menyesatkan manusia, serta mengetahui cara menghadapi tipu daya tersebut
menjadi penting untuk kita sama-sama kita ketahui sehingga kita mampu terhindar
dari tipu daya tersebut.
Di
antara pintu-pintu dan metode setan menyesatkan manusia yang perlu kita
waspadai adalah:
Pertama:
Pintu Syubhat dan Syahwat
Syubhat
berarti suatu yang meragukan dan samar-samar, sedangkan syahwat adalah dorongan
hawa nafsu, maka dari sinilah setan akan semakin kuat menggoda, kemudian setan
menghembuskan bisikan dan rayuannya. Setan akan yang terus membujuk sehingga
seakan membuat hati menjadi tenang untuk melakukan hal perbuatan
tersebut. Bahkan setan telah menghembuskan syubhat dan syahwat iniitu sejak
awal permusuhan dengan Nabi Adam, setan telah melakukan langkah-langkah kejinya
untuk menggelincirkan anak keturunan adam agar tidak mentaati perintah Allah.
Mari
kita perhatikan ucapan setan, dengan tipu dayanya di dalam firman Allah
berikut:
"Maka setan menggoda
mereka berdua untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka,
yaitu auratnya, dan setan berkata, "Tuhan kamu tidak melarangmu dari
mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau
tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)". Dan dia (setan) bersumpah
kepada keduanya,"Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi
nasihat kepada kamu berdua,' maka setan membujuk keduanya dengan tipu
daya."
Dari
ayat ini dapat dipetik satu pelajaran penting bahwa setan mempermainkan
kecenderungan manusia yang tersembunyi, manusia ingin kekal, diberi umur yang
panjang, manusia juga ingin memiliki kepemilikan harta yang tak terbatas
padahal usia mereka pendek dan terbatas.
Maka
tipuan setan ini adalah kekuasaan yang abadi dan umur yang
kekal. Keduanya merupakan syahwat atau kecenderungan yang paling kuat
dalam diri manusia, selain syahwat terhadap lawan jenis, yang banyaknya kita
dengar bersama berbagai macam kasus dan skandal terjadi, ini membuktikan bahwa
setan sudah banyak berhasil dalam menyesatkan manusia.
Ketika
Iblis ini mengetahui bahwa Allah melarang Adam dan Hawa memakan buah ini, dan
larangan ini terasa berat dalam jiwa mereka, maka untuk menggoyang hati
mereka, iblis menimbulkan khayalan dan angan-angan kepada mereka, di samping
juga mempermainkan syahwat dan keinginan mereka. Bahkan iblis memperkuat
dengan sumpah bahwa ia adalah pemberi nasehat yang berlaku jujur.
Pintu
setan yang kedua adalah : Al-Hirsh wal Hasad
Menurut
Imam Al-Ghazali, diantara pintu-pintu setan yang sangat besar adalah al-hirsh
atau tamak dan hasad, yaitu kedengkian. Rasa tamak dan sifat hasad ini menjadi
salah satu pintu yang menyebabkan setan bisa masuk ke dalam pikiran dan jiwa
manusia kemudian setan menguasainya. Ketika setan sudah mampu menguasai jiwa,
maka itu pertanda akan membawa pada kebinasaan.
Imam
Abu Dawud dalam Kitab Sunnan-nya menyebutkan sebuah riwayat. Ketika Nabi Nuh
‘Alaihissalam menaiki perahu, dan memasukkan ke dalam perahu itu berbagai
makhluk secara berpasang-pasangan, tiba-tiba beliau melihat seorang tua
yang tidak dikenal. Orang itu tidak memiliki pasangan. Nabi Nuh ‘Alaihissalam
bertanya, “Untuk apa kamu masuk kemari?” Orang itu menjawab, “Aku masuk kemari
untuk mempengaruhi sahabat-sahabatmu supaya hati mereka bersamaku, sementara
tubuh mereka bersamamu.” Orang tua itu adalah setan.
Lalu,
Nabi Nuh ‘Alaihissalam berkata, “Keluarlah kamu dari sini, hai musuh Allah!
Kamu terkutuk!” Iblis itu kemudian berkata kepada Nabi Nuh, “Ada lima hal yang
dengan kelimanya aku membinasakan manusia. Akan kuberitahukan yang tiga, dan
kusembunyikan yang dua.” Allah mewahyukan kepada Nabi Nuh: “Katakan, aku tidak
membutuhkan yang tiga. Aku membutuhkan yang dua.” Lalu Nuh bertanya, “Apa yang dua
itu?” Iblis menjawab, “Dua hal yang membinasakan manusia adalah ketamakkan dan
kedengkian. Karena kedengkian inilah, aku dilaknat sehingga menjadi terkutuk.
Karena dorongan ketamakkan itu pula, Adam dan Hawa tergoda untuk menuruti
keinginannya.”
Ketiga
: Memandang kecil dan meremehkan dosa-dosa kecil.
Dosa-dosa
kecil dampaknya sangat berbahaya bagi manusia, seorang yang menganggap kecil
suatu perbuatan dosa maka dengan demikian setan akan selalu menjadikan orang
tersebut meremehkan dosa-dosa kecilnya, sehingga dia akan terus menerus
melakukannya dan dosa itu akan membinasakannya.
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan umatnya
tentang dosa-dosa kecil dengan sabdanya,
“Jauhilah dosa-dosa dan
sesuatu yang dianggap dosa kecil, karena dosa-dosa kecil itu ketika dilakukan
seseorang maka ia akan membinasakannya.”
Tentu
ketika kita mengetahui pintu-pintu masuknya setan ini, Allah Swt dengan
rahmat-Nya memberikan petunjuk kepada para hamba-Nya melalui Al-Quran dan
melalui lisan Rasul-Nya, untuk menghadapi dan mengusir setiap bisikan dan
godaan setan tersebut. Di antara hal-hal yang dapat dilakukan agar
terhindar dari tipu daya setan dan kawanannya adalah sebagai berikut:
Pertama,
Menjaga keikhlasan dalam setiap amal ibadah dan perbuatan. Setiap ibadah
ataupun amal perbuatan yang dilakukan oleh hamba Allah, pasti setan akan
berupaya menyimpangkan amal tersebut agar tidak dilakukan dengan ikhlas, setan
akan berupaya keras agar amal itu tidak bernilai di hadapan Allah, bahkan
perbuatan itu menjadi amalan yang riya dan syirik. Karena ini sudah merupakan
janjinya kepada Allah.
Hamba-hamba
yang ikhlas akan dijaga dan diselamatkan dari gangguan setan. Allah yang
menyatakan pengakuan setan tersebut dalam firman-Nya: "Iblis
berkata, "Ya Rabb-ku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat,
pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka
bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu
yang ikhlash di antara mereka."
Dalam
ayat yang lain disebutkan:
"Iblis
menjawab, "Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya,
kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka."
Allah
Swt telah menjamin bahwa seorang yang mampu menjaga keikhlasannya dalam beramal
setan tidak punya kemampuan dalam menggodanya,
"Sesungguhnya
hamba-hamba-Ku yang ikhlas tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali
orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat".
Kedua
: Menjaga Kestabilan kondisi Iman. Setan selalu berupaya untuk menggoda
dan melemahkan iman seseorang dengan berbagai macam carannya, baik itu
kelalaian ataupun perbuatan maksiat. Dengan kemaksiatan, keimanan seseorang
akan semakin menurun sehingga dengan mudah setan akan mencelakakann seorang
tersebut sehingga ia melakukan perbuatan dosa.
Sesungguhnya
seluruh kekuatan, kekuasaan, kesempurnaan hanyalah milik Allah. Oleh karena
itu, seorang hamba yang ditolong dan dilindungi Allah dengan menjaga kondisi
imannya dengan amal ibadah yang kontinyu, maka tidak ada satu makhlukpun yang
mampu mencelakakannya. Allah Swt telah memberitakan hal ini di dalam Al-Quran,
sebagaimana firmannya:
"Sesungguhnya setan
itu tidak ada kekuasannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada
Rabb-nya. Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang
mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan
Allah"
Ketiga:
Berlindung Kepada Allah Swt. Untuk menghadapi setan dan terhindar dari
godaannya, kita dianjurkan bahkan diperintahkan oleh Allah untuk senantiasa
berlindung kepadanya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Dan jika kamu
digoda oleh setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui".
Dalam
Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim disebutkan:
Abu
Hurairah berkata, Rasulullah bersabda: “Setan datang kepada salah seorang dari
kalian lalu berkata, siapakah yang menciptakan ini dan ini? Sehingga setan
berkata, “siapakah yang menciptakan Tuhanmu, maka apabila jika telah sampai
kepadanya hal tersebut, hendaklah dia berlindung kepada Allah dan hendaklah dia
menghentikan (waswas tersebut)".
Kelima:
Menyelisihi Setan dari setiap perbuatannya. Setan adalah musuh manusia, maka
wajib pula untuk menjadikannya sebagai musuh, dan membenci serta meninggalkan
perbuatannya. Sebagaimana firman Allah:
"Sesungguhnya setan
itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu), karena
sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi
penghuni neraka yang menyala-nyala".