"Dengan membaca kamu mengenal dunia. Dengan Menulis kamu dikenal Dunia."

murevi18.blogspot.com

Selasa, 20 Oktober 2026

Rahasia Hamba Diberi Beban (Taklif) untuk Mematuhi Agama

 


Kehendak Allah menuntut diciptakannya jenis hewan yang lebih cenderung kepada kejahatan dibanding kepada kebaikan. Oleh karena itu, untuk menghindari kejahatan hewan lain, setiap hewan memiliki alat (senjata) untuk melindungi diri. Kawanan burung misalnya, senjata untuk melindungi dirinya adalah kuku dan paruh. Sedangkan hewan jenis lain memiliki senjata yang lain. Demikian seterusnya. Seperti ular, kalajengking dan hewan lainnya. 

Manusia masuk kategori hewan. Senjatanya adalah tangan, lidah, pedang, tombak, kapal perang, kapal selam dan sejenisnya. Jika Anda mencermati semua senjata yang penulis sebutkan ini, Anda mendapati bahwa jenis senjata yang dimiliki manusia jauh lebih banyak dan lebih membahayakan dibanding senjata hewan lain. Karena manusia diaugerahi akal dan kemampuan berpikir yang digunakan untuk membuat senjata baru selain memiliki sifat jahat.

Karena memiliki kemampuan berpikir untuk menciptakan hal baru inilah, Allah memberikan taklif (tugas mematuhi agama). Taklif adalah serangkaian perintah atau larangan agar manusia tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak sistem kehidupan masyarakat manusia, yang mana manusia diciptakan untuk mempertahankan dan membangun system tersebut.

Oleh karena itu, taklif yang terdiri dari perintah dan larangan ini tidak dikenakan kepada orang gila, orang yang kurang akalnya dan anak kecil yang belum dewasa, karena kurangnya kemampuan akal mereka. Juga tentunya tidak dikenakan kepada hewan jenis lain selain manusia. Yang kami maksud dengan taklif di sini adalah perintah dan larangan Allah yang disampaikan kepada kita oleh para rasul-Nya. Manusia sendiri membuat aturan yang terdiri dari perintah dan larangan yang harus dipatuhi sehingga jika dilanggar, mereka mendapat sanksi. Inilah yang dikenal dengan ganun wadhi (Undang-undang buatan mausia), yakni rancangan pemerintah yang wajib dipatuhi oleh rakyat. 

Oanun wadhi ini punya banyak kelemahan dan kekurangan sehingga kerap diamandemen. Adapun undang-undang langit (agama) selalu cocok dengan setiap tempat dan masa, dan tidak terdapat kekurangan padanya. Setiap rasul memiliki syariat (peraturan) yang berbeda-berbeda sekalipun sempurna. Ini juga mengandung hikmah dan rahasia lain yang merupakan tuntutan Zat Mahatahu lagi Mahabijak. 

Tetapi syariat para rasul semuanya menyeru kepada tauhidullah (pengesaan Allah) dengan sifat-sifat-Nya yang gadim (Maha Dahulu). Penulis telah megutarakan sebelumya bahwa jiwa ini diciptakan memiliki kecenderung kepada kejahatan, seperti binatang yang berada dalam kesesatan dan sikap membangkang. Yang terkait dengan pembangkangan, ia tidak mengambil petunjuk dari dirinya juga tidak mematuhi pembimbing yang mengingatkannya. Sedangkan yang terkait dengan kesesatan, Allah menganugrahi hikmah (ilmu), sehingga jiwa tersebut melihat dengan cahaya-Nya yang sesuai dengan fitrah. Dalam Al-Ouran, Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu sangat zhalim dan sangat bodoh. Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan: dan Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Al-Ahzab: 72-73)  

Mayoritas ulama sepakat bahwa yang dimaksud dengan “amanat” pada ayat di atas adalah tugas keagamaan. Penolakan langit, bumi dan gunung untuk memikul amanat tersebut adalah wajar karena tidak adanya kemampuan pada mereka, karena mereka tidak punya akal. Sebab, akal lah yang dapat memahami. Salah satu jenis taklif adalah larangan mencuri. Jika seseorang melanggar, tangannya dipotong. Tidak diragukan bahwa ketika seseorang melihat orang lain tangannya buntung karena mencuri, ia akan takut sehingga tidak akan mencuri. Terwujudlah keamanan yang menjadi tiang ketenteraman di dunia. 

Jenis taklif lain adalah hukuman (had) untuk perbuatan zina agar manusia tidak melakukannya. Keturunan tidak bercampur-baur dan hak waris-mewarisi dan lainnya tidak lenyap. Puasa adalah taklif untuk melatih jiwa dan mensucikannya. Ia adalah ketaatan kepada Allah. Dengan menahan lapar dan haus dan menghindari pembatal-pembatalnya, seorang hamba berada dalam hidayah dan tidak melakukan kejahatan. Zakat adalah bagian taklif. Jika orang kaya peduli kepada orang miskin, lahirlah kasih sayang dan kebersamaan. Pencurian dan sejenisnya pun tidak terjadi, karena pencurian kebanyakan penyebabnya adalah kemiskinan. 

Haji adalah pertemuan kaum Muslimin dari semua penjuru di satu tempat sehingga mereka saling mengenal dan menjadi lebih dekat. Dengannya persatuan kaum Muslimin tambah kuat. Demikian seterusnya. Shalat disyariatkan agar seseorang berdiri di hadapan Tuhannya lima kali sehari semalam. Dengan shalat, seseorang mengingat kemahabesaran Allah Swt. Ia mengharap pahala dan takut akan siksa-Nya. Ruhaninya menjadi bersih dari beragam dosa sehingga berubah dari karakter binatang menjadi manusia yang berkarakter malaikat. 

Berkenaan dengan rahasia shalat ini, penulis sampaikan bahwa suatu hari seseorang bercerita kepada Rasulullah bahwa ada seseorang melakukan dosa padahal ia tetap shalat. Rasulullah menjawab bahwa suatu saat shalatnya itu akan mencegahnya dari perbuatan dosa tersebut. Setelah masa berjalan, orang yang suka shalat tersebut lalu bertaubat dan meninggalkan dosa- dosa yang telah diperbuatnya. Ini sesuai dengan ayat, “Sesungguhnya shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar” (Al-Ankabut: 45) 

Ketika jiwa tidak berbuat kejahatan, adakalanya disebabkan karena hidayah dari Allah, atau karena takut siksa. Oleh karena itu, jiwa itu bisa bergabung ke alam malaikat karena suci dan mematuhi perintah dan larangan Allah, dan bisa masuk ke alam binatang karena memperturutkan hawa nafsu. Allah menyediakan sesuatu untuk perbuatan yang hendak diperbuat oleh manusia, baik berupa kebaikan maupun keburukan. Jika melakukan kebaikan, ia diberi pahala, dan kalau melakukan keburukan, ia mendapat siksa. 

Karena ia telah memilihnya. Allah Taala berfirman, “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah” (Al-Lail: 5-7) “Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala terbaik, kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar” (Al-Lail: 8-10) Juga Allah berfirman, “Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu, Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi?” (Al-Israa': 20) Dengan keterangan ini Anda mengetahui bahwa makna taklif adalah menjalankan tugas yang tidak bisa dikerjakan kecuai oleh pihak yang memiliki kemampuan dan pemahaman terhadap maknanya. 

Kemampuan dan pemahaman tersebut hanya dimiliki oleh manusia sehingga Allah memberikan taklif kepadanya dan menjelaskan tentang jalan kebaikan dan keburukan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Allah, “Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus: ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir” (Al-Insan: 3) “Dan Kami telah menunjukan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan)” (Al-Balad: 10) Dengan demikian, Allah menghendaki kebaikan bagi manusia dengan adanya taklif ini. Tetapi karena kecenderungannya kepada hawa nafsu dan jiwanya terhalangi untuk memahaminya, manusia tidak tahu tentang kehendak Allah tersebut. 

Hal ini sesuai dengan firman Allah, “Sesungguhnya manusia itu sangat zhalim dan sangat bodoh.” (Al-Ahzab: 72) Yakni ia sangat zhalim terhadap dirinya sendiri dan begitu bodoh tentang kehendak Allah. Huruf lam pada ayat berikutnya menunjukan akibat. Yakni akibat dari memikul amanat adalah pahala atau dosa. Inilah makna rahasia taklif yang tidak diketahui oleh banyak ulama.


Sumber: Indahnya Syariat Islam

Share:

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Pengikut

Definition List

Unordered List

Support