"Dengan membaca kamu mengenal dunia. Dengan Menulis kamu dikenal Dunia."

murevi18.blogspot.com

Selasa, 20 Oktober 2026

Hikmah dan Rahasia Wudhu

 



Hikmah wudhu dan mandi yang akan kami sebutkan, selain ada kemiripanya juga terdapat beberapa titik perbedaan. Secara umum, kemiripannya adalah bahwa bersuci mencakup aneka jenis kotoran, lahir maupun batin. Sedangkan perbedaannya adalah bahwa mandi berarti mengguyur seluruh badan, sedangkan wudhu hanya membasuh sebagiannya. Menurut sebagian madzhab, berwudhu secara berurutan adalah wajib dan menurut sebagian lainnya hanyalah sunnah. Yang pasti, kita diperintah agar membasuh anggota-anggota tersebut, mengusap kepala, atau seperempatnya atau sebagiannya yang penjelasannya dapat pembaca jumpai di bawah ini. 

Seseorang memulai wudhu dengan mencuci kedua tangan, karena tangan adalah anggota tubuh yang paling banyak digunakan dalam menyentuh sesuatu, seperti jabat tangan, memegang dan sejenisnya. Kemudian berkumur, karena mulut tempat lalu-lalangnya udara dan bekas makanan yang bisajadi terselip di antara gigi-gigi. Setelah mengisap air untuk menghilangkan kotoran pada hidung, wudhu kemudian dilanjutkan dengan membasuh wajah untuk membersihkannya dari keringat dan debu yang melekat. Sebab, ketika bertemu dengan seseorang, wajahlah yang pertama kali terlihat. 

Dari wajah pindah ke tangan sampai ke sikut, yang merupakan anggota badan pertengahan di antara kepala dan kaki. Rahasia mengapa ia harus dibasuh karena lebih sering terbuka dan terkena debu atau kotoran lain yang melekat pada anggota tubuh yang lain seperti telinga. Setelah itu, mengusap kepala sebagai sumber keringat yang keluar melalui lobang pori-pori. Allah Pemilik syariat tidak mewajibkan membasuhnya, melainkan cukup hanya mengusapnya. Itulah yang disepakati oleh madzhab yang empat. Karena dikhawatirkan akan memberatkan. Mereka berselisih tentang kadar bagian kepala yang seharusnya diusap.

Lalu membasuh telinga untuk menghilangkan debu atau kotoran yang melekat melalui udara atau angin. Kemudian membasuh kaki sampai dengan mata kaki. Karena kedua bagian ini sering kali terkena kotoran atau benda yang berbau busuk, terutama bagi yang mengenakan sepatu. Kenyataan ini sering kita saksikan bagi mereka yang tidak shalat. Wudhu dengan cara seperti ini mendatangkan kebersihan dan semangat ibadah bagi seseorang. Selain ia berdiri di hadapan Allah dalam keadaan bersih. Inilah kebersihan lahir. 

Adapun kebersihan batin (maknawi) bahwa mencuci tangan diharapkan dosa tangan hilang. Begitu juga membasuh mulut. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan dosa menggunjing dan menfitnah. Karena menggunjing merupakan bau busuk yang dapat dicium oleh mereka yang dianugrahi iman yang benar dan kebersihan hati oleh Allah. Allah berfirman, “Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentulah kamu merasa jijik kepadanya.” (Al-Hujurat: 12)

Oleh karena itu, menurut Ummul Mukminin Aisyah, orang yang menggunjing, batal puasanya. Telinga dibasuh untuk menghilangkan dosa karena mendengar ucapan batil, dusta dan sejenisnya. Sementara, hidung adalah aggota badan yang mencium bau busuk. Wajah memiliki dua mata, yang melihat aurat dan hal-hal yang diharamkan, yang bahayanya tidak perlu kami sebutkan lagi. Kaki dibasuh karena digunakan untuk jalan ke tempat yang diharamkan. Ketika kepala tidak langsung melakukannya seperti anggota yang disebutkan di atas, cukup hanya diusap. Karena membasuhnya akan menyusahkan, padahal agama ini mudah dan tidak menyulitkan. 

 Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Istinja (bersuci setelah buang hajat) disyariatkan karena akan menyentuh bidadari surgawi. Telapak tangan dicuci karena akan menyantap makanan surga. Kekumur diperintahkan karena akan bicara dengan Allah, Tuhan semesta alam. Istinsyag (mengisap air) karena akan mencium bau surga. Wajah dibasuh karena akan memandang wajah Allah Yang Mahamulia. Tangan dibasuh sampai dengan sikut karena akan memakai gelang surga. Kepala diusap karena akan memakai mahkota surga. Telinga dibasuh karena akan mendengar ucapan Allah. Kaki dibasuh, karena akan jalan di surga.” 

 Rasulullah Saw. berpesan, “Jika seorang hamba muslim berwudhu lalu kekumur, sehingga dosa-dosa keluar dari mulutnya. Ketika mengeluarkan air dari hidung (Istintsar), sehingga dosa-dosa keluar dari hidungnya. Ketika ia membasuh wajahnya, sehingga dosa-dosa keluar dari wajahnya sampai dari bawah kukunya. Ketika mengusap kepalanya, sehingga dosa-dosa keluar darinya sampai dari bawah telinganya. Ketika membasuh kaki, sehingga dosa- dosa keluar dari kuku kakinya. Lalu ia berjalan ke masjid dan melakukan shalat sunnah.”

Umar berkata, “Wudhu yang benar akan mengusir setan” Mujahid berkata, “Barangsiapa yang mampu untuk tidak tidur malam dalam keadaan suci dan berzikir memohon ampun kepada Allah, hendaklah melakukannya. Karena ruh akan dibangkitkan sebagaimana saat ia dicabut” Inilah hikmah dan rahasia agung wudhu. Jika Allah menyinari kalbu kalian dengan cahaya- Nya, pasti Anda akan mengetahui bahwa Allah Swt. tidak memberikan taklif berupa wudhu kepada kita dan tugas lainnya melainkan karena mengandung manfaat untuk kita, baik manfaat kesehatan maupun kebersihan jiwa. Kita memohon kepada Allah, semoga Allah menganugrahi taufig kepada kita untuk mengenal lebih jauh rahasia dan hikmah dari agama yang lurus ini dan membimbing kita ke jalan hak. 


Dikutip: Indahnya Syariat Islam

Share:

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Pengikut

Definition List

Unordered List

Support